Sabtu, 24 September 2011

pentingnya ideologi bagi suatu negara

b). Pentingnya Ideologi bagi Suatu Negara
Ideologi menjadi suatu yang sangat penting dan vital bagi kelangsungan hidup suatu kelompok atau sebuah bangsa. Hal itu disebabkan Ideologi memberikan kejelasan identitas nasional, member inspirasi akan cita-cita dan pendorong dalam tujuan masyarakatnya. Dengan Ideologi yang jelas, suatu negara akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan hankam yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju.
  1. Macam-Macam Ideologi di Dunia
Di dunia ini dikenal adanya dua Ideologi yang banyak dianut oleh negara-negara di dunia, yaitu Ideologi Liberal dan Komunis.
a). Ideologi Liberal
Pada akhir abad ke-18 di Eropa terutama di Inggris terjadilah revolusi di bidang ilmu pengetahuan, kemudian berkembang kea rah revolusi teknologi dan industri. Perubahan tersebut membawa perubahan orientasi kehidupan masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi maupun politik. Paham liberal berkembang dari akar-akar rasionalisme, yaitu paham yang meletakkan rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi. Materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi. Empirisme yang mendasarkan atas kebenaran fakta Empiris (yang dapat ditangkap dengan indera manusia). Individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.
Hal itu barpangkal dari dasar bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu yang bebas. Manusia menurut paham liberal memandang bahwa manusia sebagai manusia pribadi, dan terlepas dari manusia lainnya. Manusia sebagai individu memiliki potensi dan senantiasa berjuang untuk dirinya sendiri. Manusia akan menjadi ancaman bagi manusia lainnya yang menurut istilah Hobbes disebut homo homini lupus (homo = manusia, lupus = serigala). Oleh karena itu, . Manusia sebagai individu memiliki potensi dan senantiasa berjuang untuk dirinya sendiri. Manusia akan menjadi ancaman bagi manusia lainnya yang menurut istilah Hobbes disebut homo homini lupus (homo = manusia, lupus = serigala). Oleh karena itu, manusia harus membuat suatu perlindungan bersama. Negara menurut liberalism harus tetap menjamin kebebasan induvidu dan manusia secara bersama-sama mengatur negara.
Berdasarkan latar belakang timbulnya, paham liberalism merupakan sintesia dari beberapa paham, antara lain paham materialism, rasionalisme, empirisme, dan individualisme. Oleh karena itu, penerapan teknologi senantiasa di dasari oleh aliran-aliran dan paham-paham secara keseluruhan. Berkembangnya paham liberalisme mengakibatkan munculnya individualism dan masyarakat kapitalis. Jika paham liberalism dihubungkan dengan konsep demokrasi maka akan melahirkan demokrasi liberal. Kebebasan manusia dalam realisasi demokrasi liberal senantiasa mendasarkan atas kebebasan individu di atas segala-galanya. Rakyat merupakan hakikat tingkatan tertinggi dalam negara sehingga dimungkinkan akan berkedudukan lebih tinggi dari pada nilai religious. Hal ini harus dipahami karena demokrasi liberal akan mencakup seluruh sendi kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, antara lain bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan kehidupan keagamaan atau kehidupan religious. Atas dasar inilah perbedaan sifat serta karakter bangsa sering menimbulkan gejolak dalam menerapkan demokrasi yang mendasar pada paham liberalism. Termasuk di Indonesia sendiri pada masa reformasi ini, tidak semua orang memahami makna demokrasi sehingga penerapannya terkadang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Akibatnya, banyak menimbulkan konflik.
Jika paham liberalisme dihubungkan dengan masalah Agama maka negara memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Namun, dalam negara liberal juga diberi kebebasan untuk tidak percaya terhadap Tuhan atau atheis. Bahkan negara liberal member kebebasan warganya untuk menilai da mengkritik agama. Nilai-nilai agama dalam negara dipisahkan dan dibedakan dengan negara. Keputusan dan ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu sebagai warga negaranya. Walaupun ketentuan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. Misalnya, Undang-Undang Aborsi di Negara Irlandia tetap diberlakukan walaupun ditentang oleh gereja dan agama lainnya karena Undang-Undang tersebut merupakan hasil referendum.
Berdasarkan pandangan filosofi tersebut hampir dapat dipastikan bahwa dalam system negara liberal membedakan dan memisahkan antara negara dengan agama atau bersifat sekuler. Intisari paham liberalism bertitik tolak dari hak kebebasan manusia sejak lahir dan tidak diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa, kecuali dengan persetujuannya.
b). Ideologi Sosialisme Komunis
Berkembangnya paham individualism-liberalisme yang berakibat munculnya masyarakat kapitalis mengakibatkan penderitaan rakyat sehingga komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. Bertolak belakang dengan paham liberalism-individualisme, komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakikat kebebasan, dan hak individu itu tidak ada. Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya hanya makhluk social saja. Manusia pada hakekatnya merupakan sekumpulan relasi sehingga yang mutlak adalah komunitas, bukannya individualitas. Jika paham komunisme dihubungkan dengan konsep demokrasi maka demokrasi individualis itu tidak ada karena tidak adanya hak individu. Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berinteraksi secara dialektis, yaitu kelas kapitalis dan kelas proletar. Walaupun bertentangan namun saling membutuhkan. Sebab kaum kapitalis dalam melaksanakan usahanya membutuhkan banyak tenaga dari kaum proletar. Begitu juga kaum proletar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan pekerjaan. Kelas kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas proletar. Oleh karena itu, penindasan itu harus dihilangkan. Hal itu dapat dilakukan hanya dengan melalui suatu revolusi (perubahan). Hal inilah yang merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu perubahan terhadap struktur masyarakat secara revolusioner. Menurut komunisme, Ideologi hanya diperuntukan bagi masyarakat secara keseluruhan. Etika Ideologi Komunis adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas (keseluruhan). Atas dasar inilah, komunisme mendasarkan moralnya pada keuntungan kelasnya sehingga segala cara dapat dihalalkan.
  1. Ideologi Negara Republik Indonesia
Ideologi negara Republik Indonesia yang tercermin dan terkandung dalam pembukaan UUD 1945 adalah Ideologi perjuangan, yaitu jiwa dan semangat perjuangan bangsa untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam alinea I Pembukaan UUD 1945 terkandung motivasi, dasar dan pembenaran perjuangan (Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan) ; alinea II mengandung cita-cita bangsa Indonesia (Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur) ; alinea III memuat petunjuk atau tekad pelaksanaannya (Kemerdekaan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa) ; alinea IV memuat tugas negara atau tujuan nasional, penyusunan Undang-Undang dasar, bentuk susunan negara yang berkedaulatan rakyat, dan dasar negara pancasila.
Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok pikiran yang dijiwai pancasila dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal UUD 1945. Ini berarti pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 itu tidak lain adalah Pancasila yang kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal dari UUD 1945. Pancasila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 memenuhi persyaratan sebagai suatu Ideologi negara karena memuat ajaran, doktrin, teori, ilmu tentang cita-cita (ide) bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya dan disusun secara sistematis serta diberi petunjuk pelaksanaannya. Adapun pentingnya Ideologi Negara Republik Indonesia adalah sebagai pegangan dan pedoman penyelenggara negara dan rakyat Indonesia dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan hankam yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar